Skip to main content

Hidup Jadi Mudah Kalau Dekat Dengan Allah SWT (Ustadz T. Hanan Attaki, Lc)

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــم


Temen-temen... Malam ini kita coba renungkan beberapa kisah tentang gimana hidup kita tuh jadi mudah, kalau kita deket dengan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

SEMUA MASALAH YANG KITA HADAPI DALAM HIDUP ITU AWALNYA GARA-GARA KITA JAUH DARI ALLAH

Jadi kalau saya menganalogiin kayak 'Wifi' yah. Wifi itu ada modemnya tuh, dan ada jarak jangkauan modem itu sinyalnya sampai seberapa jauh, sebutlah misalnya sinyal wifi dirumah kita yang unlimited itu lima puluh meter. Kita pakai handphone, karna dia unlimited siapa aja boleh masuk dan dikasih password, kita bisa masuk. Tapi kalau misalnya kita jauh dari jangkauan modem, jangankan untuk buka Youtube.. Untuk nge-googling, untuk update status, sms aja gak sampe.

KENAPA? KARNA KITA JAUH DARI PUSAT SINYALNYA ATAU MODEMNYA...

Tapi kalau kita masuk area modem itu, kena, dapet sinyal wifi.. Kita bisa ngapain aja, apalagi unlimited kita bisa nonton ceramah-ceramah yang luar biasa dari Ustadz Abdus Shomad, kita bisa dengerin ngajinya Syekh kita, Syekh cilik Adinda Rosyid, artinya kalau kita deket dengan modemnya, sama pusat sinyalnya, kita bisa nggapa-ngapain aja, mudah. Akses kita ke dunia online tuh gampang banget.

Tapi begitu kita jauh, keluar dari rumah sekitar seratus meter terus kita disconnect? Jangankan Youtube, WA aja gak bisa nge-send.

Kek gitu juga kita ke Allah

ALLAH ITU ADALAH PUSATNYA, SEMUANYA MENGITARI KEBESARAN ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA.

Sama kayak kita 'Tawaf'

MAKIN JAUH DARI KA'BAH, PUTERANNYA ITU TUH MAKIN PANJANG.

Sehingga kalau misalnya kita Tawaf di Masjidil Haram, itu satu putaran bisa satu jam, keliling Masjidil Haram sedangkan orang lain udah selesai tujuh putaran.

HIDUP KITA KAYAK GITU BANGET, MAKIN JAUH KITA DARI ALLAH MAKIN KITA KEPAYAHAN, KESUSAHAN, HABIS-HABISAN. UDAH IKHTIAR MAKSIMAL, HASILNYA BIASA-BIASA AJA. KENAPA? KITA MUTERNYA TERLALU JAUH DARI ALLAH.

Muter itu kan ikhtiar yah? Tawaf itu ikhtiar, cuman jaraknya kejauhan. Harusnya kita Tawaf mah, di sebelah Ka'bah. Sepuluh menit selesai tuh. Tawaf satu putaran dua menit, tiga putaran.. Jadi empat belas menit maksimal lima belas menit beres dan gak capek sama sekali, tanpa sengaja tiba-tiba bisa cium Hajar Aswad, banyak bonusnya.. Bisa megangin pintu Ka'bah, banyak bonusnya.. Tapi kalau jauh?

KALAU JAUH ITU KITA AKAN SAMPAI TAPI GAK AKAN SAMPAI-SAMPAI. KALAU DEKET, KADANG-KADANG MEMANG AGAK BUTUH  SEDIKIT USAHA TAPI CEPET. HIDUP KITA ITU KAYAK GITU TEMEN-TEMEN.

ADA ORANG MEMILIH,

'Ah gak usah terlalu fanatik lah, santai aja..'

ALLAHU AKBAR... ALLAHU AKBAR...

'Baru juga Adzan..'

ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR

'Ah Iqomat.. Imamnya pasti lama nih bacanya nih..'

'Ah baru juga rakaat pertama..'

'Baru juga jamaah pertama, nanti kan ada masbuk..'

DAN SETERUSNYA, DAN SETERUSNYA... TERLALU ENJOY. AKHIRNYA APA YANG TERJADI? GAK SAMPAI-SAMPAI.. SAMPAI KEMANA? SAMPAI KEPADA PERTOLONGAN ALLAH.

Kita muter... Kita ikhtiar... Kok pertolongan Allah gak dateng-dateng?
Karna jarak kita terlalu jauh dari pusatnya. Kita Tawaf juga memang, yang kita lakuin mungkin gak salah cuman jaraknya kejauhan, akhirnya kita gak gampang mendapat pertolongan Allah.

PERSIS KAYAK ANALOGI SINYAL WIFI TADI, MAKIN JAUH SINYALNYA, MULAI PUTUS-PUTUS... MAKIN JAUH LAGI MAKIN PUTUS, AKHIRNYA KITA GAK BISA NGAPA-NGAPAIN DAN INI ADALAH SUNATULLAH DALAM KEHIDUPAN KITA TEMEN-TEMEN SEHINGGA KITA COBA BELAJAR MALAM INI GIMANA NYAMANNYA HIDUP ORANG YANG DEKET SAMA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA

👤Ustadz T. Hanan Attaki, Lc


Barakallahu Fiik💞

Don't forget to follow my instagram account 👉 ny_ayuprtwi

Link : https://www.instagram.com/ny_ayuprtwi

Comments

Popular posts from this blog

Mencari Jalan pulang (Ustadzah Irena Handono)

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِالرَّحِيْــــــــــــــم                                     Tulisan indah dari Ustadzah Irena Handono   MENCARI JALAN PULANG Kita bukan penduduk bumi... Kita adalah penduduk syurga... Kita tidak berasal dari bumi... Tapi kita berasal dari syurga... Maka carilah bekal untuk kembali ke rumah... Kembali ke kampung halaman... Dunia bukan rumah kita... Maka jangan cari kesenangan dunia... Kita hanya pejalan kaki dalam perjalanan kembali ke rumahNya. Bukankah mereka yang sedang dalam perjalanan pulang selalu mengingat rumahnya dan mereka mencari buah tangan untuk kekasih hatinya yang menunggu di rumah? Lantas.... Apa yang kita bawa untuk penghuni rumah kita, Rabb yang mulia? Dia hanya meminta amal sholeh dan keimanan, serta rasa rindu padaNya yang menanti di rumah...